Jalankan Program Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Melalui BPDASHL, Beginilah Tanggapan LSM GMBI Sebagai Sosial Kontrol.

Liputantimur.com | Makassar, Sulsel – Berbagai program Padat Karya telah digulirkan oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi covid 19 yang berkepanjangan.

Salah satunya adalah Penanaman mangrove yang menjadi program strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Di wilayah Sulawesi Selatan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BPDASHL Jeneberang Saddang yang merupakan unit pelaksanaan teknis di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan hutan lindung telah melaksanakan program ini dan akan terus memperluas areal tanam sesuai Peta Mangrove Nasional yang baru-baru ini telah diluncurkan oleh Kemenko Maritim.

“Dalam program ini diharapkan semakin banyak Kelompok Tani Hutan (KTH) yang dapat terserap.”

Untuk itu LSM GMBI WILTER SULSEL sebagai sosial kontrol dan sebagai salah satu lembaga yang selama ini sangat peduli dengan kelestarian lingkungan hidup mengadakan kunjungan silaturahmi sekaligus audience dengan pihak BPDASHL, Dalam kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Wilter Sulsel Drs Sadikin.S bersama beberapa jajaran kepala divisi yang diterima langsung oleh Tahrir P.SP, M.Si selaku Kepala Balai BPDASHL Jeneberang Saddang. Pada Kamis, (21/10/2021).

Dalam temu audiensi tersebut berbagai pemaparan yang disampaikan oleh Kepala BPDASHL Jeneberang Saddang mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari LSM GMBI WILTER SULSEL.

“Program ini bertujuan untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terutama di masa pandemi covid-19 tutur Kabalai.”

Selain itu diharapkan lewat program penanaman mangrove ini bisa memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat utamanya masyarakat pesisir untuk bersama sama menjaga dan melestarikan hutan mangrove salah satunya dengan menciptakan mindset masyarakat bahwa kawasan hutan khususnya hutan mangrove adalah milik kita bersama dan untuk kepentingan kita bersama.

Dengan adanya hutan mangrove masyarakat utamanya yang tinggal didaerah pesisir akan merasakan dampak yang positif karena pohon mangrove selain tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai macam biota laut, juga dapat mencegah terjadinya abrasi, badai dan angin topan, tsunami dan merupakan penghasil oksigen terbesar dimuka bumi, Lanjut M Tahir.

“Setelah pemaparan dari kepala Balai selanjutnya pihak LSM GMBI WILTER SUL-SEL dipersilahkan memberikan tanggapan, baik berupa masukan, kritikan membangun dan pertanyaan yang berhubungan dengan program tersebut.”

Suasana Audiens LSM GMBI Wilter Sulsel Saat Kunker Di BPDASHL

Drs Sadikin, S selaku ketua wilter Sulsel langsung memberikan tanggapan menurutnya bahwa kehadiran LSM GMBI sebagai sosial kontrol semata-mata ingin memastikan agar program ini bisa tepat sasaran dan berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan aturan-aturan yang telah disusun dan ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini kementerian lingkungan hidup.

Bahwa segala program yang digulirkan oleh pemerintah yang pada prinsipnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat bawah akan kami dukung penuh, Ucap Sadikin.

Apalagi dimasa pandemi COVID-19 ini masyarakat sangat kesulitan dalam mencari lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, maka dengan adanya program ini tentunya kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh upaya-upaya dari Balai dalam usaha menciptakan lapangan pekerjaan yang manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat bawah.

Di akhir pertemuan, Kepala BPDASHL Jeneberang Saddang menyampaikan rasa terima kasih dan pesan kepada seluruh aktivis GMBI Sulsel agar selalu proaktif memberikan saran dan masukan agar program ini berjalan sesuai tujuannya dan tepat sasaran.