Beranda OPINI Puasa Sebagai Laku Spiritual Dan Terapi Psikologis Jiwa yang Sakit

Puasa Sebagai Laku Spiritual Dan Terapi Psikologis Jiwa yang Sakit

Liputantimur.com || Opini – Memahami rahasia Tuhan tentang berbagai masalah yang tidak tertembus oleh kecerdasan akal, tapi bisa dipahami dan diterima oleh kecerdasan spiritual yang juga merupakan misteri dari kebesaran Tuhan.

Resolusi langit yang menegaskan agar manusia melakukan puasa selama satu bulan penuh setelah setahun bergiat dengan berbagai aktivitas intelektual dan spiritual, adalah bagian dari rahasia yang perlu dicermati untuk dapat dipahami, sehingga mau dilakukan dengan penuh keyakinan, penghayatan serta kesabaran agar bisa memetik hikmahnya dalam upaya untuk meningkatkan nilai-nilai (kualitas) hidup sebagai manusia yang ditahbiskan sebagai makhluk yang paling sempurna di muka bumi.

Agaknya, itulah sebabnya titah puasa pada bulan ramadhan tidak dilakukan oleh makhluk lain, kecuali bagi Khalifah Allah SWT semata.

Karena puasa selama sebulan setelah setahun bergiat entah untuk apa saja itu, seperti mesin kendaraan yang patut di service ulang secara rutin yang cermat, agar kerusakan perangkat dari segenap kelengkapan tubuh yang hidup — dalam arti biologis, psikologis, sosiologis maupun filosofis dapat terjaga serta ditingkatkan kualitas maupun kapasitas dari cara kerjanya yang baik dan bermutu sehingga mampu memberi manfaat yang banyak pula bagi orang lain.

Pengertian dari manusia yang paling sempurna itu juga bisa dipahami dalam pengertian kemampuan memberi manfaat — tidak hanya bagi sesama manusia di muka bumi — tetapi juga bagi alam jagat dan seisinya yang lain. Maka itu, perhatian terhadap lingkungan pun menjadi bagian dari pemaknaan iman dan keyakinan setiap orang kepada Yang Maha Pencipta serta pemilik jagat raya ini.

Berpuasa selam sebulan pada bulan ramadhan, juga dapat dipahami sebagai upaya untuk mawas diri, lalu mampu meningkatkan usaha mempertinggi kualitas hidup, tidak tamak dan rakus, apalagi sampai kemaruk mengambil hak orang lain. Dalam konteks upaya menahan diri ini — dalam menunaikan ibadah puasa — jelas bisa dipahami juga dalam pengertian haus kekuasaan, jadi bukan cuma menahan birahi yang lebih bersifat duniawi. Karena hanya dengan begitu, upaya untuk membedakan hal yang baik dengan hal lain yang buruk, dapat dipahami dengan penuh kesadaran untuk dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Pengendalian hasrat yang lebih bersifat biologis, psikologis dan egoistis sungguh merupakan rahasia utama dari titah langit itu agar manusia mau menjalankan puasa, tanpa kecuali bagi mereka yang telah terbilang ulama sekalipun. Dan laku puasa — tak hanya pada bulan ramadhan — boleh saja dilakukan oleh umat yang beragama apa saja, termasuk agama yang tidak berasal dari langit. Sebab perlunya puasa bagi umat manusia merupakan kesadaran dasar yang patut dilakukan untuk mengendalikan diri, agar tidak menjadi perusak tatanan hidup yang harus selaras dan harmoni dengan orang lain maupun dengan lingkungan alam sekitarnya yang harus dan wajib dijaga bersama dengan rasa penuh tanggung jawab sebagai bentuk nyata dari keimanan setiap manusia yang percaya kepada Tuhan.

Karena itu bagi mereka yang telah mencapai makam pemahaman keagamaan di langit, ibadah puasa itu tidak lagi diterima sebagai kewajiban, tetapi telah menjadi kebutuhan. Maka itu — laku puasa — acap dilakukan oleh banyak orang tidak hanya pada bulan ramadhan. Ada model puasa Nabi Daud AS, ada juga cara puasa cara Nabi Syuef, bahkan ada pula puasa versi Nabi Ayyub. Bahkan di Indonesia — beragam tradisi dalam melakukan puasa — pada setiap hari Senin dan Kamis. Ada juga puasa yang dilakukan orang setiap hari kelahirannya saja.

Semua bentuk dan model puasa ini — seperti penegasan Tuhan yang jelas memerintahkan langsung dari langit untuk berpuasa pada setiap bulan ramadhan ini — pasti sangat besar manfaat dan gunanya bagi siapa saja yang patuh, ikhlas serta khusuk menikmatinya sebagai rekreasi batin untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dan perintah puasa pada bulan ramadhan pun berlaku umum, namun dalam tata laksana dan manfaat serta hikmahnya tetap menjadi milik pribadi. Sebab mulai dari kontrol terhadap laku puasa itu — tak hanya pada bulan ramadhan — sepenuhnya berada dalam wilayah otoritas diri kita sendiri, termasuk dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas dari cara melakukan puasa itu sendiri. Pada level kualitas puasa setara Wali atau mereka yang dapat disebut pelaku spiritual yang tangguh, hakikat puasa itu sering dimaknai semacam terapi — penyembuh — dari segala penyakit, terutama batin atau jiwa yang sakit.

Penulis : Jacob Ereste, Jakarta, 9 Maret 2024

WARTAWAN LIPUTANTIMUR.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN TIDAK MEMINTA ATAU MENERIMA PEMBERIAN DALAM BENTUK APAPUN

BERITA TERKAIT

Seorang Caleg Terpilih di Mamasa Kini Tersandung Kasus Dugaan Ijazah Palsu?

Liputantimur.com | Mamasa - Seorang calon legislatif (caleg) di Kabupaten Mamasa kini tersandung kasus dugaan ijazah palsu usai dilaporkan di Polda Sulbar bertempat di...

Banyak Pasukan Israel Angkat Kaki dari Gaza, Netanyahu Berupaya Cari Aman

Liputantimur.com | Palestina - Senin 8 April 2024, Israel menyisakan satu brigade di Jalur Gaza selatan setelah menarik banyak pasukannya dari daerah itu. Sementara Hamas...

Lebih dari 600 Ribu Anak di Rafah Kelaparan

Liputantimur.com| Palestina - Senin 8 April 2024, Juru bicara Dana Anak-anak PBB (UNICEF), James Elder, meningkatkan kewaspadaan atas situasi mengerikan yang dialami lebih dari...

“Polda Sulsel Periksa Rektor UNM Terkait Skandal Pungli CPNS: Siapa Pelakunya?”

LIPUTANTIMUR.COM |MAKASSAR – Penyidik Ditreskimsus Polda Sulawesi Selatan memeriksa Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam terkait dugaan skandal pungutan liar rekrutmen CPNS...

Anak-anak Gaza Menghadapi Jalan Panjang Menuju Kesembuhan

Liputantimur.com | Palestina - Para ahli mengecam kerusakan psikologis akibat kurangnya pendidikan ditambah dengan pemboman, kelaparan, penyakit dan kehilangan, Jum'at 05 April 2024. Dimana delapan...

Rakyat Turki Turun ke Jalan, Tuntut Dihentikan Genosida di Gaza

Liputantimur.com | Turki - Kamis 04 April 2024 Demonstrasi besar-besaran digelar di ibu kota Turki, Ankara mendukung rakyat Palestina dan menuntut diakhirinya genosida yang...

Hampir 200 Pekerja Kemanusiaan di Palestina Gugur Sejak Oktober

Liputantimur.com | Palestina - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, “sedikitnya 196 pekerja kemanusiaan terbunuh sejak Oktober” di Jalur Gaza, menyusul tragedi terjadinya pembunuhan pekerja bantuan...

Israel Diduga Sengaja Targetkan Relawan Kemanusiaan di Gaza

Liputantimur.com | Palestina - Rabu 3 April 2024, Lembaga pengawas dan cek fakta, Bellingcat dalam laporannya, Selasa (2/4), membenarkan serangan udara Israel di Gaza membuat...

Disinyalir Berupaya Membungkam Pers, Kuasa Hukum Ilham Rajab Layangkan Somasi Perusahaan Media

Liputantimur.com || Makassar - Salah satu  ketentuan yang diberlakukan tentang tanggung jawab institusi pers dari setiap pemberitaan yang disebar ke wilayah publik yang secara...

300 Mayat di Kompleks Shifa dan Kehancuran yang Meluas Setelah Tentara Israel Mundur

Liputantimur.com || Palestina - Senin 1 April 2024. Sumber-sumber Palestina mengumumkan pada hari Senin bahwa tentara Israel menarik diri dari Kompleks Medis Shifa di...

Orang Tua Korban Pelecehan Tunjuk Elhan Law Firm Sebagai Kuasa Hukumnya

Liputantimur.com | Makassar - Tidak terimah anaknya mendapat perlakukan Pelecehan Seksual disalah satu hotel, Seorang ibu rumah tangga (IRT) di jalan daeng kuling parangtambung...

Demonstrasi Besar-besaran di Yaman, Irak dan Yordania untuk Mendukung Palestina

Liputantimur.com || Palestina - Hari ini, Jumat 29 Maret 2024, demonstrasi terjadi di Irak, Yordania, dan Yaman untuk mendukung Jalur Gaza, yang terus menerus...

Direktur PT Lontara Jaya Sakti,Citra Wahyuni membantah tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan.

Liputantimur.com , Makassar - Konferensi pers yang dilakakuan oleh ibu Citra 25/11/2023 di DONALD BAKMI Jl. Boulevard Makassar, adapun yang ikut hadir adalah LSM...

Dharma Pertiwi Daerah G dan Persit Kartika Chandra Kirana PD XIV Hasanuddin Gelar Bakti Sosial

Liputantimur, Makassar, Sulsel - Suasana bulan suci Ramadhan yang penuh berkah seperti sekarang ini menjadikan perhatian semua pihak terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah,...

Pemilihan Ketua JMBI Sulsel, Ardi : Pekan Depan di Umumkan

Liputantimur.com | Makassar - Perebutan Ketua DPW JMBI Sulsel akan memasuki babak akhir, pekan depan, Dewan Pengurus Pusat Jurnalis Milenial Bersatu Indonesia berencana mengumumkan...

Diduga Dana Penerima Bantuan PKH Asal Palangga Dipotong oleh Ketua Kelompok

Liputantimur.com, Gowa - Program Keluarga Harapan (PKH) adalah merupakan program dari Kementerian sosial RI dalam rangka pengentasan kemiskinan yang diperuntukkan oleh Keluarga miskin yg...

Polsek Rumbai Pesisir Berhasil Amankan Bandar Narkoba

Liputantimur, Riau - Bandar narkotika jenis sabu-sabu, Inisial (wp)  berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Rumbai Pesisir Polresta Pekanbaru. Jum'at, (21/01/ 2022) Kapolsek Rumbai Pesisir Polresta...

Pernah Belajar di Temboro, Ini Sosok Adyansa Pengurus IPPM Tarakan

Liputantimur.com | Tarakan - Adyansa, SM pria kelahiran Kota Makassar tiga puluh tahun silam itu dikenal oleh masyakat Tarakan, Kalimantan Utara sebagai sosok pemuda...

Menyurat ke Kemenkumham, LP – RI Meminta Copot Kalapas Bollangi

Liputantimur.com || Makassar - Lembaga Poros Rakyat Indonesia melayangkan surat ke Kanwil Menkumham terkait Adanya salah satu narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan...

Puluhan Peserta Ikut Pendidikan Paralegal di PBH LIN SULSEL

Liputantimur.com, Makassar - Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Bantuan Hukum Lembaga Imparsial Negara (PBH LIN) Sulawesi Selatan (Sulsel) sukses melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Paralegal angkatan...

Sambangi Kaltara, Presiden PKS di Sambut Hangat Puluhan Kader

Liputantimur.com | Tarakan – Pimpinan Pusat atau Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu Berkunjung ke Kota Tarakan Provinsi Kaltara, pada Kamis (23/6/2022). Kunjungannya sendiri...